Sudah Terdaftar di Kemenkes, TPMB Griya Mubarak Perkuat Jejaring Kesehatan di Pulau Selayar

tosil
28 Jul 2026 05:23
Health 0 2
2 menit membaca

TOSIL.ID, SELAYAR – Di gugusan pulau yang jauh dari hiruk-pikuk daratan utama, akses layanan kesehatan kerap menjadi persoalan yang tak sederhana. Di Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, jarak, cuaca, dan keterbatasan fasilitas sering kali menjadi penghalang bagi layanan kesehatan ibu dan anak (KIA). Di tengah situasi itu, kolaborasi menjadi kunci.

UPT Puskesmas Pasitallu resmi menggandeng Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Griya Mubarak melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang akan berlangsung selama lima tahun.

Langkah ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari strategi memperpendek jarak antara layanan kesehatan dan masyarakat di pulau-pulau terluar.

Plt. Kepala UPT Puskesmas Pasitallu, Haidir Ahmad, bersama penanggung jawab TPMB Griya Mubarak, Marfiani, menyepakati penguatan koordinasi dalam pembinaan teknis, pelaporan layanan, hingga keterlibatan aktif dalam kegiatan Posyandu.

Skema itu menempatkan TPMB bukan hanya sebagai penyedia layanan, tetapi juga mitra strategis dalam ekosistem kesehatan daerah.

Di atas kertas, ruang lingkup kerja sama mencakup edukasi kesehatan, pelayanan KIA, hingga pengawasan berkala. Namun tantangan sesungguhnya berada di lapangan, bagaimana memastikan standar layanan tetap terjaga di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan akses transportasi yang tak menentu.

Puskesmas Pasitallu akan melakukan pendampingan teknis sekaligus evaluasi rutin melalui mekanisme pelaporan bulanan. Model ini diharapkan menjadi instrumen kontrol mutu, agar layanan yang diberikan tetap sesuai standar medis, sekaligus responsif terhadap kebutuhan masyarakat setempat.

Keberadaan TPMB Griya Mubarak di Dusun Rajuni Utara, Desa Rajuni, menjadi simpul penting dalam jaringan layanan kesehatan di wilayah tersebut. Dengan legalitas yang telah dikantongi mulai dari Surat Izin Praktik Bidan (SIPB), Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga terdaftar di Kementerian Kesehatan melalui platform Satu Sehat TPMB ini diposisikan sebagai perpanjangan tangan negara di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Bagi Marfiani, praktik kebidanan bukan sekadar profesi, tetapi panggilan kemanusiaan. Komitmen itu tercermin ketika ia menembus gelombang laut dari Rajuni menuju Tarupa demi membantu persalinan seorang ibu dengan kondisi darurat.

Perjalanan dini hari di tengah ombak besar menjadi risiko yang harus dihadapi, tetapi keputusan tetap diambil. “Hasilnya, dua nyawa berhasil diselamatkan,” katanya.

Cerita itu menjadi gambaran nyata tentang wajah layanan kesehatan di wilayah kepulauan, penuh keterbatasan, tetapi juga diisi oleh dedikasi.

Kolaborasi antara Puskesmas Pasitallu dan TPMB Griya Mubarak pada akhirnya bukan hanya soal perjanjian kerja sama, melainkan upaya menjahit layanan kesehatan agar tetap hadir bahkan di salah satu titik terluar peta.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x