Serpihan Pesawat ATR 42-500 ditemukan di Kawasan Terjal PegununganTOSIL.ID, MAROS — Misteri hilangnya pesawat ATR 42-500 yang sempat kehilangan kontak akhirnya menemukan titik terang di kawasan terjal Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Namun, temuan badan pesawat oleh tim SAR justru membuka pertanyaan baru tentang detik-detik terakhir penerbangan tersebut.
Operasi pencarian yang dilakukan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sejak pagi hari berujung pada penemuan badan pesawat di sisi utara Puncak Bukit Bulusaraung, Minggu, setelah sebelumnya tim udara melaporkan adanya serpihan mencurigakan dari ketinggian.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, mengatakan indikasi awal lokasi pesawat muncul pada pukul 07.17 WITA. Saat itu, pesawat patroli udara yang melakukan penyisiran melaporkan temuan serpihan berwarna putih di kawasan pegunungan karst yang dikenal ekstrem dan sulit dijangkau.
“Laporan awal berasal dari tim udara, kemudian kami lakukan konfirmasi menggunakan helikopter SAR,” kata Edy saat dikonfirmasi di Jakarta.
Sekitar 45 menit berselang, tepat pukul 08.02 WITA, tim SAR darat yang bergerak melalui jalur pendakian menemukan serpihan besar pesawat. Tujuh menit kemudian, badan pesawat ATR 42-500 itu berhasil diidentifikasi berada tak jauh dari lokasi serpihan awal.
Kronologi ini menunjukkan bahwa pesawat kemungkinan telah berada di sekitar kawasan Bulusaraung sebelum benar-benar hilang dari radar. Namun hingga kini, belum ada penjelasan mengenai mengapa pesawat bisa masuk ke jalur pegunungan yang dikenal rawan turbulensi dan perubahan cuaca ekstrem.
Basarnas menyatakan proses evakuasi belum dapat dilakukan secara maksimal. Faktor cuaca menjadi kendala utama. Angin kencang, kabut tebal, dan minimnya titik pendaratan aman membuat helikopter kesulitan menurunkan personel ke lokasi badan pesawat.
“Helikopter masih mencari titik aman terdekat untuk menurunkan tim SAR,” ujar Edy.
Hingga berita ini tayang, belum ada keterangan mengenai kondisi penumpang maupun awak pesawat. Proses identifikasi dan evakuasi masih menunggu perbaikan cuaca, sementara pertanyaan mengenai penyebab hilangnya kontak pesawat tersebut masih menggantung.


Tidak ada komentar